Etika Teknologi Sistem Informasi bagi Pengguna, Pengelola dan Pembuat

Standard

Ada sumber yang menjelaskan bahwa etika adalah  sebuah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk  sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dalam penjelasan tersebut, terdapat hal yang penting yaitu kata “baik” dan “buruk”. Baik dapat di definisikan dengan Suatu hal dapat dikatakan baik jika dia mendatangkan rakhmat, dan memberikan perasan senang atau bahagia. Buruk dapat di definisikan dengan segala yang tercela, atau perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Setelah mengerti mengenai baik dan buruk, maka yang harus dipahami adalah cara menilai suatu perbuatan, apakah termasuk perbuatan baik atau perbuatan buruk. Ada banyak sekali dasar untuk menentukan suatu perbuatan termasuk perbuatan baik atau perbuatan buruk, yang tentunya memiliki perbedaan sudut pandang yang berbeda-beda.

Etika diperlukan di berbagai bidang termasuk bidang teknologi system informasi. Tujuan diperlukan suatu etika salah satunya adalah untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

Dalam membicarakan mengenai etika pada suatu bidang dalam hal ini teknologi system informasi akan disingung mengenai kode etik. Kamus besar bahasa Indonesia memberikan beberapa penjelasan mengenai kode, yaitu (1) tanda (kata-kata, tulisan) yang disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb); (2) kumpulan peraturan yg bersistem; (3) kumpulan prinsip yg bersistem. Dan etik dapat bermakna norma dan asas yg diterima oleh kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku.

Dapat diartikan secara lebih sederhana bahwa kode etik adalah pola aturan, tata cara, atau pedoman perilaku yang sistematis dalam melakukan suatu pekerjaan. Jika dikaitkan dengan profesi, kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standar kerja anggota profesi yang menggambarkan nilai-nilai profesionalisme dengan muatan utama yaitu itikad baik untuk memberikan layanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya pelangaran terhadap penyalahgunaan teknologi system informasi, tentunya tidak cukup hanya mengandalkan kode etik saja. Hal ini dikarenakan rasa tanggung jawab setiap individu sebagai pelaku tidaklah sama, tergantung pada kesadaran akan tanggung jawab tersebut.

Untuk sebuah negara yang masyarakatnya memanfaatkan teknologi system informasi, tentu harus memilki perundang-undangan yang mengatur hal tersebut. Seperti di negara kita Indonesia yang dikenal dengan undang-undang ITE yang beberapa pasalnya adalah sebagai berikut:

Pasal 27

Denda Rp 1 miliar dan enam tahun penjara bagi orang yang membuat, mendistribusikan, metransmisikan, materi yang melanggar kesusilaan, judi, menghina, dan mencemari nama baik, memeras dan mengancam.

Pasal 28

Denda Rp 1 miliar dan enam tahun penjara bagi orang yang menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, sehingga merugikan konsumen transaksi elektronik dan menimbulkan kebencian dan permusuhan antar kelompok.

Pasal 30

Denda Rp 800 juta dan penjara 10 tahun bagi orang yang menyadap informasi elektronik dan dokumen elektronik di komputer atau system elektronik mengubah maupun tidak dokumen itu.

Pasal 32

Denda Rp 2-5 miliar dan penjara sampai 8-10 tahun bagi orang yang mengubah merusak, memindahkan, dan menyembunyikan informasi atau dokumen elektronik.

Pasal 34

Denda Rp 10 miliar dan penjara 10 tahun bagi orang yang memproduksi, menjual mengimport, medistribusikan, atau memiliki perangkat keras dan lunak sebagaimana di pasal 27-34

Dengan di sahkan dan di berlakukanya undang-undang ITE, maka masyarakat Indonesia wajib mentaati undang-undang tersebut dalam memanfaatkan teknologi system informasi.

Contoh pelanggaran undang-undang ITE.

Amir adalah seorang yang senang membagi informasi melalui blog. Namun informasi yang ada di blog amir adalah informasi tentang seks, termasuk video seks yang  dapatkannya dari berbagai sumber. Disisi lain ada Umar yang gemar mengunduh video seks. Iya mengunduh video seks dari blog milik Amir melalui jasa warnet. Dari kasus ini, siapakah yang bersalah???

Menurut analisis dari penulis, pihak-pihak yang bersalah adalah

  1. Amir karena di mendistribusikan materi yang melanggar norma kesusilaan. Dapat di kenai pasal 27.
  2. Umar karena telah menyalahgunakan teknologi system informasi untuk hal-hal yang tidak semestinya.
  3. Pemilik warnet, karena tidak menegur pelanggan yang mengakses content yang melanggar norma asusila. Seharusnya pengelola warnet memonitor pelanggannya agar tidak terjadi penyalahgunaan tersebut.
  4. Pembuat content atau video seks yang dapat dikenai pasal 34.
  5. Kira-kira siapa lagi ya?

Demikian tulisan tentang etika dalam teknologi system informasi bagi pemakai, pengelola, dan pembuat. Jika ada kesalahan dalam tulisan ini mohon di ingatkan melalui komentar. Terima kasih.

Sumber :

http://www.slideshare.net/PungkyDilakaputri/pengertian-etika-12080107 diakses pada tanggal 21 Maret 2013

http://aceh.tribunnews.com/2012/02/22/apalah-arti-kode-etik diakses pada tanggal 21 Maret 2013

Lain-lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s