tugas untuk matakuliah teori organisasi umum2

Standard

BBM JANGAN NAIK

Akhir-akhir ini hal yang diributkan adalah isu kenaikan harga BBM. Dampak yang sangat besar dibidang ekonomi akan dirasakan jika isu kenaikan harga BBM benar-benar terjadi.  Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi harga-harga barang lainnya diantaranya harga bahan pokok dan ongkos transportasi.

Masyarakat dari kalangan ekonomi bawah  yang akan merasakan dampak yang paling signifikan, karena mereka sebagian besar tidak berpenghasilan tetap dan rata-rata penghasilannya di bawah upah minimum regional(UMR). Kebijakan yang dilakukan pemerintah berupa memberikan bantuan tunai kepada masyarakat tidak akan menanggulangi dampak dari kenaikan harga BBM.

Harga BBM sudah menjadi patokan perekonomian Indonesia, karena kenaikan harga BBM merupakan salah satu alasan kenaikan harga-haga barang lain, sehingga daya beli masyarakat pada umumnya akan menurun.Oleh karena itu sudah sebaiknya kalau pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Alasan pemerintah menaikkan harga BBM ialah karena harga minyak dunia naik, sehingga pemerintah membutuhkan dana yang lebih besar untuk subsidi BBM. Akibatnya jika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran pemerintah selain subsidi BBM akan menurun.

Dilematis memang karena dampak naik atau tidak naiknya harga BBM akan mengakibatkan dampak yang serius. Jika harga BBM tidak naik seperti yang sudah dijelakan sebelumnya,maka akan menurunkan anggaran-anggaran lainnya, seperti aggaran pendidikan, anggaran pembangunan, anggaran kesehatan, dan lain-lain. Jika harga BBM naik dampaknya pun sudah disinggung secara singkat yaitu naiknya harga barang-barang secara keseluruhan termasuk sembako yang merupakan bahan dasar. Selain itu sektor transportasai akan sangat merasakan dampaknya, karena BBM merupakan input utama. Sangat tidak logis jika ongkos transportasi tidak naik. Jika ongkos trasnportasi naik sudah dipastikan semua barang akan naik karena barang-barang memerlukan ransportasi untuk distribusi barang tersebut.

Begitu juga sektor pertanian dimana BBM digunakan untuk menjalankan alat-alat pertanian, para petani tentunya akan menaikkan harga gabah, karena dana produksi mereka bertambah. Kondisi ini sangat berbahaya karena para pengimport dapat mengambil alih pasar beras dengan menjual beras dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian akan  merugikan para petani  karena berasnya tidak laku.

Pihak yang mendukung kenaikkan harga BBM mengalihkan masalah ke dalam isu penghematan pengggunaan BBM. Memang benar, jika harga BBM naik maka cenderung akan menurunkan jumlah penggunaan BBM. Kemudian alasan lain adalah menaikkan harga BBM, tidak akan berpengaruh banyak pada masyarakat kalangan bawah, karena masyarakat kalangan menengah dan kalangan atas yang paling banyak mengkonsumsi BBM. Data pada tabel berikut dapat menyangkal pendapat para pendukung keaikkan harga BBM.

Dari data diatas jumlah kendaraan terbanyak adalah sepeda motor sepanjang tahun 2008 sampai tahun2010. Realitanya pengguna sepeda motor mayoritas adalah masyarakat bawah dan menengah. Yang menduduki peringkat kedua adalah mobil penumpang. Walaupun yang menggunakan kendaraan mobil penumbang mayoritas adalah measyarakat menengah dan masyarakat atas, tetapi  sebagian besar mobil baru yang beroperasi dijalanan ibu kota adalah mobil dengan pembelian secara kredit. Sehingga bisa diasumsikan bahwa orang yang memiliki mobil belum tentu orang kaya/ masyarakat kalangan atas.

Contoh kasus yang lain, misalnya sepeda motor yang digunakan 1 orang yang rata-rata dalam sebulan menghabiskan 50 liter dibandingkan mobil penumpang yang digunakan oleh I orang rata-rata menghabiskan 200 liter. Jika dikalikan dengan jumlah dari data pada tahun 2010 maka akan terlihat hasilnya untuk sepeda motor  adalah 3.856.536.150 dan untuk mobil penumpang adalah 1.765.622.800. Dari contoh perhitungan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa 3.856.536.150 liter BBM untuk  77.130.723 orang dan 1.765.622.800 hanya untuk 8.828.114 orang. Perbedaan yang sangat jauh pegguna BBM  dari kalangan atas dan bawah. Perhitungan ini belum dipengaruhi asumsi bahwa kendaraan penumpang milik masyarakat kalangan atas tidak dapat beroperasi dengan BBM bersubsidi(premium, harus menggunakan pertamax) sehingga akan meningkatkan selisih perhitungan keduanya.

Dapat disimpulkan bahwa kenaikkan harga BBM hanya akan menambah penderitaan rakyat khususnya masyarakat kalangan bawah secara langsung.

Sumber data diambil dari:

http://lembagainformasiperburuhansedane.blogspot.com/2012/03/kenaikan-harga-bbm-hanya-akan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s