TUGAS SOFTSKILL KE 2 MATAKULIAH BAHASA INDONESIA1

Standard

Soal no.1

a.   Jelaskan perbedaan antara topik, tema dan judul !

b.  Jelaskan ciri-ciri ketiga hal diatas !

Penyelesaian

a. Perbedaan antara topik, tema dan judul !

Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Atau dapat juga diartikan topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Topik berasal dari bahasa Yunani yaitu “topoi” berarti inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan.

Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu  menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat.  Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.
Tema berasal dari bahasa Yunani yaitu “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. 

Judul adalah identitas dari jiwa seluruh karya tulis yang bersifat menjelaskan diri, menarik perhatian dan terkadang menentukan lokasi. Judul merupakan nama yang dipakai untuk tulisan, buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Judul sebaikmya dibuat ringkas, padat, dan menarik. Usahakan judul suatu tulisan tidak lebih dari lima kata tetapi dapat menggambarkan isi tulisan.

Perbedaan antara topik, tema dan judul yakni :

  • topik: berbasis pada kompetensi penulisnya,layak untuk dibaca, permasalahan yang bersifat umum dan berum terurai
  • tema: harus menarik perhatian, dipahami dengan baik oleh penulis, bermanfaat,lebih spesifik dan terarah dalam membahas suatu masalah.
  • judul: temanya menjelaskan diri dan menarik ,berupa gambaran global tentang arah,tujuan dan ruang lingkup tulisan.

b. Ciri-ciri dari ketiga hal diatas !

Ciri-ciri tema, antara lain:

  • Dalam novel dan cerpen, tema biasanya dapat dilihat melalui persoalan yang dikemukakan dalam cerita.
  • Tema juga dapat dilihat melalui cara-cara watak itu bertentangan satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan.
  • Tema dapat dikesan melalui peristiwa, kisah, suasana dan unsur lain seperti nilai kemanusiaan yang terdapat dalam    cerita, plot cerita, perwatakan watak-watak dalam sebuah cerita.

Ciri-ciri topik, antara lain

  • Topic harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca.
  • Mencakup keseluruhan isi cerita.

Ciri-ciri judul, antara lain:

  • Relevan dengan tema cerita tersebut, atau ada keterkaitan dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
  • Biasanya judul harus provokatif dengan menarik si pembaca dan menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi  cerita tersebut.
  • Judul terdiri dari maksimal lima kata dan diusahakan tidak boleh lebih.
  • Judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi berbentuk kata yang singkat.
  • Judul harus mencerminkan topik atau tema, tidak boleh menyimpang.

Soal no.2

a. Bagaimana langkah-langkah membuat outline !

b. Sebutkan dan jelaskan macam-macam outline !

 

Penyelesaian

a. Langkah-langkah membuat outline !

Outline, atau biasa disebut kerangka karangan, adalah inti dari sebuah tulisan. Pendek ataupun panjang, fiksi ataupun non-fiksi, cerita lepas ataupun buku, selalu mengutamakan outline dalam prosesnya. Karena dengan outline, kita dapat mengetahui apa yang kita tulis, dan membuat tulisan kita itu lengkap.

Cara terbaik untuk membuat outline, adalah dengan sistematika berikut ini,
Judul Tulisan
I. Bab I
a. Keterangan Bab I

b. Keterangan Bab I
II. Bab II
a. Keterangan Bab II

b. Keterangan Bab II
III. Bab III
a. Keterangan Bab III

b. Keterangan Bab III
IV. Bab IV
a. Keterangan Bab IV

b. Keterangan Bab IV
V. Bab V, dst

Bagi orang-orang yang pernah menyusun karangan ilmiah seperti skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, dan sebagainya, pastinya sudah mengetahui sistematika seperti itu. Akan tetapi, bagi yang belum pernah menyusun,  sistematika tersebut bisa dijadikan acuan.

Selain hal tersebut diatas langkah pembuatan outline juga dapat dilakukan dengan :

  • Cantumkan sub – sub bagian
  • Pergunakanlah tanda yang berbeda untuk memperlihatkan tingkat (hierarki) butir – butir dalam kerangka
  • Jagalah agar hubungan antara bagian dengan sub bagiannya selalu konsistan dan jelas
  • Mulailah dengan pembagian secara garis besar dahulu dengan menyeluruh
  • Setelah itu uraikan setiap butir kedalam sub-sub bagian

b. macam-macam outline !

Macam – macam kerangka karangan/outline dapat dibedakan berdasarkan perinciannya.
Berdasarkan perincian yang di lakukan pada suatu kerangka karangan, maka dapat di bedakan kerangka karangan sementara ( informal ) dan kerangka karangan formal.
1. Kerangka Karangan Sementara
Kerangka karangan sementara atau informal merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah. Sekaligus ia menjadi dasar untuk penelitian kembali guna mengadakan perombakan – perombakan yang di anggap perlu. Karena kerangka karangan ini hanya bersifat sementara, maka tidak perlu di susun secara terperinci. Tetapi, karena ia juga merupakan sebuah kerangka karangan, maka ia harus memungkinkan pengarangnya menggarap persoalannya secara dinamis, sehingga perhatian harus di curahkan sepenuhnya pada penyusunan kalimat – kalimat, alinea – alinea atau bagian – bagian tanpa mempersoalkan lagi bagaimana susunan karangannya, atau bagaimana susunan bagian – bagiannya.

Kerangka karangan informal ( sementara ) biasanya hanya terdiri dari tesis dan pokok – pokok utama, paling tinggi dua tingkat perincian. Alasan untuk menggarap sebuah kerangka karangan sementara dapat berupa topik yang tidak kompleks, atau karena penulis segera menggarap karangan itu.

2. Kerangka Karangan Formal
Kerangka karangan yang bersifat formal biasanya timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat kompleks, atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya.

Proses perencanaan sebuah kerangka formal mengikuti prosedur yang sama seperti kerangka informal. Tesisnya di rumuskan dengan cermat dan tepat, kemudian di pecah – pecah menjadi bagian – bagian bawahan ( sub – ordinasi ) yang di kembangkan untuk menjelaskan gagasan sentralnya. Tiap sub – bagian dapat di perinci lebih lanjut menjadi bagian – bagian yang lebih kecil. Sejauh di perlukan untuk menguraikan persoalan itu sejelas – jelasnya. Dengan perincian yang sekian banyak, sebuah kerangka karangan dapat mencapai lima atau tiga tingkat perincian sudah dapat di sebut kerangka formal.

Soal no. 3

Bagaimana cara pembatasan topik  !

Penyelesaian

Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan terbatas atau sangat khusus untuk digarap, sehingga tulisannya dapat terfokus.

Pembatasan topik sekurang-kurangnya akan membantu pengarang dalam beberapa hal:

  • Pembatasan memungkinkan penulis untuk menulis dengan penuh keyakinan dan kepercayaan, karena topik itu benar-benar diketahuinya.
  • Pembatasan dan penyempitan topik akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensif mengenai masalahnya. Dengan pembatasan itu penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang akan dikembangkan.

Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:

  • Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
  • Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
  • Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
  • Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.

Demikian dilakukan secara berulang sampai diperoleh sebuah topik yang sangat khusus dan cukup sempit.

Soal no. 4

a. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur alinea !

b. Jelaskan ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas !

c. Sebutkan dan jelaskan macam-macam alinea !

Penyelesaian

a. Unsur-unsur alinea !

  • Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpenting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan  suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.
  • Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas.
  • judul nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku,atau kepala berita.Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

b. Ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas !

Ciri kalimat utama :

  • Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut
  • Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
  • Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain
  • Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi

Ciri kalimat penjelas :

  • Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
  • Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea
  • Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat   transisi
  • Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik

c. Macam-macam alinea !

Macam-macam paragraph / Alinea yakni :

  • Eksposisi : Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
  • Argumentasi : Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
  • Deskripsi : Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
  • Persuasi : Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
  • Narasi : Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

Semua materi berasal dari internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s