teori organisasi umum 2

Standard

INVESTASI EMAS

Berinvestasi adalah salah satu kegiatan ekonomi yang disebabkan karena ada kelebihan uang. Berinvestasi dapat berupa deposito, saham, obligasi, membeli rumah atau tanah, emas, dll. Setiap orang dianjurkan untuk berinvestasi untuk menghadapi hari tua karena tidak lagi produktif.Mumpung masih muda hendaknya kita menyisihkan sebagian dari penghasian kita untuk berinvestasi demi hari esok yang cerah.

Memiliki rumah sendiri sebelum menikah adalah dambaan setiap bujangan. Tetapi mewujdkan hal tersebut membutuhkan pengorbanan dimasa muda, yaitu harus rajin menabung agar segera dapat membangun rumah sendiri. Tapi menabung saja tidaklah cukup, karena aset kita dalam tabungan dapat digerogati oleh inflasi.

Saya beri satu pengalaman pribadi saya. Ceritanya tahun 2007 orang tua saya berniat merehabilitasi rumah dan membuat pagar permanan. Pada saat itu, saya mendapat mandat untuk mengawasi dan mengurus semuanya. Dari mandat tersebut saya mendapat pengalaman dalam proyek rehabilitasi baik dari info harga bahan-bahan bangunan, kebutuhan material, sampai perhitungan kasar dana untuk membangun rumah. Kemudian tahun 2010 kemaren saya kembali mendapat mandat kembali untuk melanjutkan proses rehabilitasi rumah yang belum selesai karena kehabisan dana pada waktu itu.

Mancengangkan sekali hanya dalam waktu tiga tahun harga-harga bahan-bahan bangunan melonjak naik. Baik dari semen yang tadinya berharga sekitar Rp 33.000, pada tahun 2010 menjadi Rp. 50.000 lebih sedikit. Kenaikkan lebih dari 50% untuk harga semen. Kemudian harga pasir yang pada saat itu hanya Rp. 400.000 per truk dan pada 2010 harus naik pada harga sekitar Rp. 600.000 per truk. Kenaikkan harga pasir 50%. Kemudian harga genteng yang pada saat itu hanya berharga Rp. 700/buah pada tahun 2010 menjadi Rp.1500/buah. Kenaikkan diatas 50% untuk harga genteng. Semuanya merupakan barang yang berjenis sama. Begitu juga dengan material lainnya, yang ikut mengalami kenaikkan.

Dari contoh kasus diatas memberikan perhatian kepada kita, betapa pentingnya memproteksi tabungan kita agar tidak terkena dampak inflasi. Untuk itu tabungan yang sudah kita kumpulkan, hendaknya dibelikan emas batangan bukan perhiasan emas agar nilainya relative tetap. Kenapa bukan emas perhiasaan, karena kalau perhiasaan pada saat menjual kembali, pemilik akan mengalami kerugian . Sedangkan bila emas batangan tidak dalam arti dihitung berdasarkan bobot dan harga yang berlaku pada saat itu.

Ada satu gambaran. Pada jaman Nabi Muhamad SAW harga satu ekor kambing adalah satu dinar. Satu dinar sama dengan 4.25 gram emas 22 karat. Sedangkan satu dinar sekarang adalah Rp. 1.429.000 sedangkan harga kambing sekarang sekitar Rp. 1.500.000 (berdasarkan buku sumber penulis). Sekitar 14 abad yang lalu harga kambing tidak terlampau jauh dari satu dinar, begitu juga sekarang. Ini membuktikan bahwa menyimpan harta/berinvestasi dalam bentuk emas batangan sangat aman karena hampir tidak terkena ancaman inflasi.

Untuk itu agar kita dapat segera membangun rumah sendiri, harus rajin menabung dan mengubah tabungan kita kedalam emas batangan agar bebas dari inflasi dan harapan pun dapat segera tercapai.

sumber gambar : internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s