tugas teori organisasi umum 2

Standard

ORGANISASI DISEKITAR KITA

Manusia sebagai mahluk sosial selalu berdampingan dengan sesamanya. Dalam hidup bersama pasti terjadi interaksi dengan yang lain, kemudian timbul rasa kebersamaan dengan yang lain. Setelah mereka sadar akan kebersamaan, akan tejadi pembagian tugas dalam menyelesaikan masalah bersama. Tentu secara tidak langsung akan terbentuk suatu organisasi walaupun setatusnya tidak formal apalagi berbadan hukum. Disadari atau tidak semua orang pernah melakukan kegiatan berorganisasi dan terjadi sejak jaman dahulu. Sebagai contoh jika dikota yang cenderung modern dan efektif, dikenal dengan  istilah event organizer, yaitu semacam panitia yang mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan acara atau event-event tertentu dan menjamin kelancarannya. Didalamnya pasti terdapat pembagian tugas yang dilakukan oleh seorang menejer, dan tugas-tugas tersebut dilaksananakan berdasarkan porsinya masing-masing. Begitu juga di desa, walaupun masyarakat desa tidak begitu akrab dengan istilah event organizer, tetapi mereka juga melakukan hal yang sama bilamana terjadi suatu acara hajatan misalnya, para saudara, kerabat, tetangga, dll yang empunya hajat datang untuk berpartisipasi dalam kelancaran kegiatan tersebut dan siap diberi kewenangan tertentu, yang tentunya dimenejeri oleh penguasa setempat yaitu bapak RT. Sekarang bagaimana pada masyarakat primitive, yang pasti tidak begitu berbeda,  mungkin cara koordinasi, pengawasan, pengarahan, pembagian wewenang, dll yang berbeda, dan kita tahu semakin modern maka akan semakin efektif.

Walaupun kegiatan organisasi semacam ini tidak lazim dikatakan organisasi, karena dalam pikiran kita biasanya tergambar OSIS, Parpol, LSM, dll yang notabene memiliki nama dan bersifat formal tetapi hal-hal yang dilakukan tidaklah jauh berbeda yang meliputi arah kebijakan, pengawasan kegiatan, pembagian wewenang, koordinasi antar anggota, dan lain-lain guna tujuan bersama tercapai, dimana anggota-anggota diberi kewenang-kewenangan sebagai wujud pembagian tugas, dan yang terpenting setiap anggota  mampu bekerja sama, dan dipimpin oleh seseorang.

Dalam suatu keluarga saja, dapat dikatakan sebagai contoh organisasi. Bapak sebagai kepala rumah tangga yang berwenang menentukan arah tujuan suatu keluarga, dan berkewajiban memenuhi kebutuhan materil dan kebutuhan lainnya, dan memastikan proses berjalan dengan baik. Kemudian seorang ibu juga bertanggung jawab mengawasi, dan mendidik anak-anak, mengatur kebutuhan-kebutuhan anggota keluarga sebagai tindakan untuk mencapai tujuan dari suatu keluarga, yaitu menjadi keluarga yang sakinah.

Walaupun cara berorganisasi dalam arti sesungguhnya tidak sesederhana seperti contoh diatas, karena dalam berorganisasi diperlukan softskill dari individu yang bersangkutan, karena dalam berorganisasi, individu dituntut untuk dapat berkerja sama dengan yang lainnya yang memiliki banyak karakter yang beragam. Sikap luwes misalnya dapat mempermudah integrasi satu sama lain yang memiliki sifat berbeda, sehingga proses diharapkan, dapat berjalan lancar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s