tugas teori organisasi umum 2

Standard

FENOMENA PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan global salah satu isu atau sudah menjadi masalah pada akhir-akhir ini. Paham atau tidak tentang pemanasan global yang pasti bumi ini semakin terasa panas. Apakah karena matahari pada berada pada titik yang paling dekat dengan bumi, atau karena jumlah pohon sebagai makhluk perindang semakin sedikit jumlahnya atau karena sebab-sebab lain. Kata global berarti terjadi hampir disuluruh tempat di bumi dan pemanasan berarti terjadi tak hanya pada udara, mungkin pada tanah, air, dan elemen-elemen kehidupan lain. Saya kutip dari sumber lain di Internet sebagai berikut :

10 Gejala Pemanasan Global

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan parapecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.

  • Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

  • Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

  • Ketinggian gunung berkurang

Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.

  • Satelit bergerak lebih cepat

Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.

  • Hanya yang Terkuat yang Bertahan

Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.

  • Pelelehan Besar-besaran

Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

  • Keganjilan di Daerah Kutub

Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub.Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

  • Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara

Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

  • Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi

Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

  • Peningkatan Kasus Alergi

Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Diterjemahkan secara bebas dari http://www.livescience.com

Sumber : 10 Gejala Pemanasan Global – Netsains.Com.htm

Fakta-fakta diatas mendukung bahwa bumi memang lebih panas sehingga mengubah sisitem-sistem yang ada sehingga sesuai dengan bumi yang sekarang. Pemanasan global juga dikaitkan dengan perubahan iklim, karena pada akhir-akhir ini cuaca tidak mudah ditebak, sehingga mengganggu kegiatan-kegiatan dilapangan.

Disetiap ada forum yang mebahas tentang hal ini kebanyakan menggembar-gemborkan efek negative, sedangkan efek positifnya minim malah hampir tidak dibahas. Tidak mungkin kiranya hal yang terjadi dibumi tidak memiliki hal yang posistif dan negative. Rokok saja yang jelas-jelas mengkampanyekan warning  “Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, gangguan  kehamilan dan janin, hipertensi dan kawan-kawannya” ternyata menjadi sumber devisa Negara melalui pajak dan mensejahterakan karyawan. Saya beri masukan kepada para produsen rokok supaya tetap menggunakan system padat karya dalam kegiatan produksi, karena hal ini merupakan dampak positif dari rokok.

Kembali ke tema kita ternyata pemanasan global memiliki efek positif, Seperti yang dipaparkan IPCC(The Intergovernmental Panel on Climate Change) diantaranya :

  • Potensi yang lebih tinggi pada hasil pertanian di daerah yang terletak  pada posisi lintang tengah.
  • Potensi penambahan kayuglobal pada hutan yang dikelola dengan baik dan benar.
  • Peningkatan ketersediaan air untuk populasi pada beberapa wilayah yang relative kering , sebagai contoh disebagian wilayah Asia Tenggara.
  • Pengurangan angka kematian pada musim dingin pada bumi di belahan lintang tengah dan lintang tinggi.
  • Pengurangan permintaan energy untuk pemanas ruangan akibat suhu udara pada musim dingin tidak terlalu dingin.

Sumber : Kompasiana

Walaupun efek-efek tersebut tidak seratus persen benar, karena masih memiliki kelemahan dalam melakukan penelitian.

Tidak berlebihan jika Kevin Reynolds dan Kevin Costner yang mensutradarai film Water World memberikan gamabaran bumi dimasa depan yang sebagaian besar ditutupi oleh air karena es yang mencair yang menyebabkan permukaan laut naik dan menenggelamkan daratan-daratan rendah. Tinggal manusia sebagai makhluk yang berfikir yang menentukan pilihan apa yang mesti diambil dalam menyikapi fenomena-fenomena yang ada.

sumber gambar : internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s