tugas teori organisasi umum 2

Standard

ORGANISASI MASYARAKAT DESA

Dilingkungan masyarakat desa, terdapat berbagai macam organisasi yang bergerak dibidang tertentu. Organisasi ini tidak lain untuk mengurusi masalah-masalah sesuai dengan bidang masing-masing agar terorganisir dengan baik. Selain pemerintah desa tentu ada organisasi lain dibawah pengawasan pemerintah desa. Sebagai contoh di desa ada organisasi yang disebut karang taruna dimana organisasi ini menghimpun para pemuda-pemuda desa dan bergerak dibidang kepemudaan. Kemudian ada istilahnya kumpulan ibu-ibu PKK yang menghimpun para ibu-ibu desa. Kemudian ada istilahnya remaja masjid yang dibawah dewan keluarga masjid. Organisasi ini tentu bergerak dibidang keagamaan. Dan masih banyak lagi organisasi-organisasi ditingkat desa.

Organisiasi dalam lingkungan desa memiliki potensi untuk memajukkan desanya, tentunya dengan kerjasama dengan pemerintah desa dengan melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tetapi hal ini perlu partisipasi dan dukungan penuh dari warga desanya karena mana mungkin suatu organisasi desa dapat berjalan dengan baik tanpa ada dukungan dari masyarakat.

Masukkan dan saran dari masyarakat juga hal yang tidak kalah penting, karena dengan adanya hal-hal tersebut mencerminkan dukungan masyarakat terhadap eksistensi organisasi tersebut.

Hal-hal yang menjadi hambatan akan tumbuh kembangnya suatu organisasi desa biasanya masalah kas, karena kita tahu organisasi desa ini berjalan atas dasar swadaya masyarakat, walaupun dinaungi oleh pemerintah desa sebagai organisasi formal. Sehingga bilamana organisasi karang taruna misalnya akan melakukan kegiatan kepemudaan dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan, terpaksa harus menarik sumbangan dari masyarakat dan kegiatan pun dilaksanakan dengan anggaran seadanya. Solusi dari permasalahan ini tentunya suatu organisasi harus memiliki sumber kas demi keperluan operasional.

Permasalahan selanjutnya yaitu semakin berkurangya minat pemuda-pemuda untuk berorganisasi sebagai kader penerus organisasi. Hal ini membuat organisasi desa mati dalam artian tak lagi eksis dalam menjalankan visi misinya kedepan.

Hal semacam ini patut disayangkan, karena organisasi desa ini dapat dijadikan media pembelajaran bagi para generasi muda untuk belajar berorganisasi demi mencetak kader-kader baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s