tugas teori organisasi umum 2

Standard

Besarnya Potensi Para Rokok

Kebutuhan akan rokok bagi perokok aktif merupakan kebutuhan primer yaitu hampir sama dengan kebutuhan akan makan. Kalau kita perhatikan para perokok aktif selalu merokok sehabis makan. Mengapa demikian karena mulut terasa asam jika sehabis makan tidak merokok begitu kata salah satu teman saya yang perokok. Kemudian kebiasaan ini juga akan dilakukan pada saat bekerja, saat bersantai sambil minum kopi. Kebiasaan merokok dapat mengakibatkan ketergantungan sehingga rokok dapat bertahan dari jaman pertama kali manusia merokok yaitu bangsa suku Indian di Amerika untuk keperluan memuja para dewa atau roh pada abad 16. Kemudian setelah benua Amerika ditemukan oleh bangsa Eropa, kemudian mereka mencoba mencicipi rokok dan membawa tembakau ke Eropa. Setelah itu kebiasaan merokok mulai terjadi dikalangan para bangsawan di Eropa, tetapi tidak untuk kebutuhan ritual.

Begitu besar anggaran yang diperlukan untuk kebutuhan merokok seseorang, jikalau perhitungannya demikian. Kelompok A jika seorang dalam sehari memerlukan satu bungkus rokok yang harganya kira-kira Rp.10.000, maka dalam setahun memerlukan dana kira-kira Rp.3.650.000 untuk merokok. Kelompok B menghabiskan satu bungkus rokok dalam dua hari, maka dalam setahun hanya menghabiskan  Rp.1.825.000 untuk merokok. Kelompok C menghabiskan satu bungkus dalam tiga hari maka dalam setahun menghabiskan Rp.1.215.000 untuk keperluan merokok. Kita misalkan ada 1000 orang yang tergolong kelompok A maka dana yang dihabiskan adalah Rp. 3.650.000.000. Dana sebanyak ini mampu membangun sebuah sekolah menegah pertama(SMP) beserta sarana dan prasaranya di daerah. Jikalau ada 1000 orang yang masuk kedalam kelompok B maka dana yang habis adalah Rp.1.825.000.000 dan dana ini mampu membangun sebuah sekolah dasar  beserta sarana dan prasarananya di daerah. Jikalau ada 1000 dari kelompok ketiga maka dana yang dihabiskan adalah Rp.1.215.000.000 cukup untuk membangun masjid desa beserta sarana dan prasarananya. Nah sekarang angka 1000 tadi kita anggap sebagai rata-rata jumlah perokok dalam satu kecamatan. Dalam satu kabupaten mungkin ada puluhan kecamatan dan satu propinsi ada ratusan kecamatan, dan angkanya akan lebih besar lagi bukan.

Perhitungan diatas hanya mengilustrasikan bahwa begitu besarnya anggaran untuk kebutuhan rokok, yang nilainya mencapai anggaran pembangunan infrastruktur masyarakat.

Sumber gambar : internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s