tugas tulisan mata kuliah teori organisasi umum1

Standard

BERFACEBOOK ATAU TIDAK?
Siapa yang tak kenal facebook?. Situs jejaring social yang satu ini begitu familiar di telinga kita. Hampir setiap kalangan yang sudah dapat menggunakan dan menfaatkan internet biasanya sudah memiliki account facebook, baik dari kalangan pelajar (mahasiswa, siswa SMA, SMP, bahkan tingkat lebih bawah lagi), para  karyawan, para pedagang, guru, dosen, dsb.
Facebook dapat menghubungkan kita dengan seseorang yang sudah dikenal ataupun belum asalkan mereka juga memilki account facebook. Begitu mengasyikannya berfacebook karena bisa berinteraksi dengan orang lain di tempat yang jauh sekalipun, banyak waktu yang dihabiskan dihadapan layar computer untuk memanfaatkan situs ini. Mengapa, karena ini merupakan salah satu sarana yang sangat efisien untuk berhubungan dengan orang lain ditempat yang berbeda dengan waktu yang relative cepat dan biaya yang relative murah.
Facebook berhasil menciptakan suasana yang begitu dekat, karena di dalamnya kita bisa menampilkan foto-foto yang dapat di up-date setiap waktu, sehingga orang yang melihatnya dapat mendapat gambaran yang hampir sesungguhnya tentang orang yang dicari. Selain itu adanya status yang selalu di up-date dari pemilik account sehingga para pengguna betul-betul mengetahui kabar baru dari lawan komunikasinya tanpa harus mengajukan pertanyaan (misalnya “gimana kabarnya”).
Untuk menyakinkan pengguna terhadap orang yang pengguna cari, dapat memanfaatkan fasilitas profil dari pemilik account tersebut. Di situ ada informasi tentang pemilik account misalnya nama, alamat, tanggal lahir, pekerjaan, sekolah, dsb. Walaupun tidak semua informasi yang diharapkan dapat ditemui disini.
Masih banyak lagi fasilitas yang ditawarkannya misalnya chatting, game, kirim pesan, iklan dan saya yakin facebook akan terus berkembang semakin baik dalam memberikan kemudahan berkomunikasi bagi para penggunanya.
Tetapi setelah saya mengemati dari account facebook dari beberapa teman yang ada didaftar pertemanan, tidak semua pengguna facebook menggunakannya degan semestinya. Ada pengguna yang memalsukan data dirinya seperti nama yang di samarkan (misalnya Vitta Lemodsangad, Lazuardi Cahaya Pagi , Little Anggel, dll) yang tentu saja bagi pengguna lain akan lebih kesulitan mengenali orang tersebut (apalagi jika merupakan orang yang sudah lama tidak bertemu). Selain itu juga foto-foto yang ditampilkan tidak semuanya asli wajah pemiliknya, dan masih banyak lagi data diri yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Mungkin hal ini bukan merupakan hal yang dilarang, tetapi bagi saya hal semacam ini tidak sepatutnya dilakukan, karena memalsukan identitas adalah hal yang kurang baik, dan bisa jadi mungkin sebagai cara menghilangkan tanggung jawab.
Selain untuk hanya sekedar berkomunikasi ada juga yang memanfaatkannya sebagai media bisnis. Seperti yang teman saya lakukan. Baginya facebook adalah media untuk mempromosikan produknya. Menjalin hubungan perteman sebanyak mungkin kemudian mengirimkan foto dan deskripsi lain dari barang yag ditawarkan, bukan merupakan sesuatu yang sulit dan ini salah satu cara berbisnis yang sangat mudah dan tentunya menguntungkan.
Selain untuk berbisnis, ada juga yang dijadikan sebagai media dakwah dan diskusi. Seperti yang dilakukan salah satu teman facebook. Ia memberikan materi-materi yang sangat menarik untuk disimak dan diharapkan dapat diamalkan.
Kemudian ada juga yang memanfaatkan sebagai media menggalang dukungan baik untuk penolakan atau mendukung suatu peristiwa tertentu. Seperti yang belum lama ini terjadi misalnya, penolakan terhadap aksi Malaysia di wilayah RI. Karena hampir semua dapat mengakses situs ini, sehingga sebagai media penggalang dukungan ini sangatlah efisien.
Tetapi dengan berfacebook, tidak semua dapat berefek baik. Seperti kasus yang sudah pernah terjadi, seperti penculikan anak dibawah umur, karena berhubungan dengan orang lain yang mungkin baru dikenal tanpa sepengetahuan dari orang tuanya.
Malas juga dapat diakibatkan dari terjangkitnya demam facebook.Tidak sedikit remaja saat ini lebih memilih berfacebook diwaktu luang ketimbang dia harus belajar dan berlatih matematika, atau bermain diluar rumah bersama teman sepermainnannya.
Kemudian ada juga menjadikan sebagai teman curhat. Tetapi mereka tidak begitu mempertimbangkan privasinya sehingga khalayak facebook lainnya tahu sesuatu yang seharusnya tidak perlu dipublikasikan. Mereka lebih memilih mengadu kepada fecebook, ketimbang berdo’a kepada tuhannya dengan baik.
Dari beberapa macam gambaran diatas, setidaknya para pembaca lebih mempertimbangkan kembali dari berfacebook agar pemanfaatannya menjadi lebih bijaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s