tugas ibd tentang cinta

Standard

Cerita cinta

Aku pernah merasakan cinta kepada seseorang perempuan. Sebelumnya aku tak begitu menyukainya, tetapi mengapa disuatu waktu disaat kami saling berpandangan, ada sesuatu yang lain yang tak aku mengerti.

Saat aku berdekatan dengannya berdetak cepat jantungku tanpa sebab yang pasti, dan keringat dingin pun mulai keluar dari pori-pori kulitku, tapi hati ini  merasakan kebahagiaan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Aku baru menyadari kalau aku jatuh cinta kepadanya.

Usaha yang tak jelas pun dimulai agar aku bisa dekat dengannya, mulai dilakukan. Mulai mendekati teman-teman terdekatnya menggali informasi yang dibutuhkan. Hingga disuatu waktu aku beranikan diri menghubunginya (tapi hanya sekedar miss call) karena keberanianku belum 100%. Tapi tak mengapa, paling tidak aku dapat mendengar suaruanya lewat pesawat telepon.  Tapi tak disangka dia membalas telepon aku, dan kami saling berkomunikasi.  Dia katakan bahwa aku tak perlu ragu-ragu untuk menghubunginya.

Karena ini kami menjadi teman, dan saling mengenal.  Hingga pada suatu hari ia dan salah satu temannya datang kerumahku. Pada saat itu temannya mengatakan bahwa ia juga suka sama aku. Dia ingin menjadi teman special(pacar) ku. Hingga ia memberikan motivasi agar aku berani untuk menyatakan isi hatinya.

HIngga ia datang dan saling mengobrol, aku nyatakan perasaanku, kepadanya, tanpa sadar dan diapun menerima aku menjadi kekasih hatinya. Tetapi  hal yang sangat bodoh ia tak pernah menyuruh temannya untuk melakukan itu. Baru aku sadari bahwa didalam rasa cinta ada satu kekuatan besar walaupun harus dibangkitkan oleh kebohongan.

Mulai saat itu hubungan kami mulai dekat, ada kebahagiaan setiap hari yang dapat aku rasakan saat ku melihatnya. Aku jadikan ia motivasi untuk menjalani hidup lebih baik. Saat itu adalah saat yang terindah sepanjang hidupku.

Beberapa waktupun terus berlalu, kami menjalani hubungan apa adanya. HIngga suatu hari aku tak sengaja mengatakan bahwa aku sudah gak cinta lagi sama ia. Padahal aku tak sungguh-sungguh mengatakan itu kepada teman baiknya. Pacarku pun menemui aku setelah ia mendengar itu dari temannya. Dia pun menyatakan untuk mengakhiri ini, dan bodohnya aku aku mengiyakan itu. Padahal aku masih mencintai dia. Ini adalah akhir hubungan yang diakibatkan oleh kebohongan hati ku.

Tapi berakhirnya itu tak mengurangi rasa ini. Kami tetap dekat dan menjalin hubungan baik. Bahkan teman-temanku mengira bahwa kami masih pacaran.

Bagiku ia adalah teman terbaik, teman terdekat, teman sebagai motivasi, dan segalanya. Aku baru sadari bahwa status pacar saling mengikat tidak ada bedanya dengan hubungan teman baik.

HIngga saat kami tak satu sekolah, sepertinya rasa ini mulai terkikis oleh sibuknya hal-hal baru karena suasana baru. HIngga kini rasa yang begitu indah itu tinggal bekas dihati, mati karena tak lagi dipelihara dengan baik.

Maka kepada mereka-mereka yang asyik bercinta agar membuat hubungan yang baik, tak ada kebohongan, tak saling egois, dan yang terpenting adalah saling memaafkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s