tugas ibd tentang cinta

Standard

Cinta kepada lingkungan

Pada blog ini penulis ingin mengungkapkan  pemikiran-pemikiran penulis. Sejenak kita renungkan manusia hidup didunia ini membutuhkan oksigen untuk hidup. Sedangkan yang memproduksi oksigen yaitu pohon-pohonan yang jumlahnya semakin sedikit, karena kebutuhan bahan baku kayu atau pemakaian lahan untuk permukiman. Dan jumlah manusia terus bertambah yang tentu akan berakibat bertambah pula kebutuhan lahan yang tentu mengancam jumlah pohon di bumi. Bagaimanakah kondisi bumi 100 tahun lagi? Masih adakah warna hijau daun-daunan, atau masih adakah oksigen untuk anak dan cucu kita?

Berkurangnya kwalitas oksigen dapat disebabkan oleh pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, mesin industry, kebakaran hutan, dll. Tetapi yang menyebabkan pencemaran udara secara intensip adalah kendaraan bermotor dan mesin industry. Bayangkan dalam sehari, berapa banyak jumlah kendaraan   bermotor yang tentu memproduksi gas yang dapat mencemari udara. Kendaraan bermotor  terbagi menjadi mobil, motor, kereta api, pesawat udara, kapal laut dll. Apalagi sekarang jumlah mobil dan motor selalu meningkat setiap waktu yang tentu juga semakin meningkatnya pencemaran udara. Selain itu kemacetan dikota-kota besar yang semakin memperparah juga. Misalnya bila didaerah untuh menempuh jarak 10 km membutuhkan waktu kira-kira 15 – 20 menit. Sedangkan di kota untuk menenpuh jarak 10 km mungkin membutuhkan waktu lebih dari 30 menit. Bisa dibandingkan mesin lebih lama beroperasi dan lebih banyak menghasilkan zat pencemar udara.

Kondisi ini seharusnya cepat ditanggulangi, karena ini adalah urusan bersama. Untuk menanggulangi itu tentu kita harus menghentikan sumber pencemaran secara bertahap. Misalnya, kesepakatan bersama untuk tidak memproduksi barang yang menghasilkan bahan yang dapat mencemari udara. Misalnya penghentian produksi mobil dan motor berserta onderdil-onderdilnya. Dengan cara ini tentu akan banyak tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan mobil atau karyawan daeler  yang menganggur, karena penutupan industry. Karena banyak karyawan yang menganggur otomatis kesejahteraan masyarakat menurun. Selain itu karena jumlah onderdil kini terbatas, maka jumlah mobil dan motor akan berkurang, karena mobil akan semakin rusak, dan biasanya untuk mengganti onderdil dengan kanibal(mencari onderdil bekas dari kendaraan lain). Setelah jumlah mobil berkurang, maka kebutuhan bahan bakar pun berkurang  dan kemacetan lalu lintas pun dapat teratasi.

Cara selanjutnya yaitu dengan menaikkan pajak mobil dan motor secara kontinyu setiap tahun, sehingga para pemilik mobil atau motor akan semakin tak berdaya membayar pajak sehingga kegiatan menggunakan mobil atau motor pun berkurang dan devisa Negara pun bertambah.

Untuk mengganti mobil dan motor sebagai alat transportrasi adalah dengan sepeda yang tentu ramah lingkungan dan sekaligus berolah raga untuk meningkatkan  daya tahan tubuh . Ini tentu mengakibatkan permintaan sepeda meningkat sehingga industry sepeda tumbuh subur yang akan menyerap tenaga kerja. Selain itu diberlakukannya kembali becak sebagai transportrasi umum yang dapat membuka sumber penghasilan bagi masyarakat yang berSDM rendah. Atau juga bias digunakan delman. Mungkin banyak orang berfikir mobil adalah kendaraan yang cepat. Tetapi bila kita bayangkan misalnya dikota Jakarta dengan memakai mobil untuk menempuh jarak 10 km butuh waktu 1 jam karena macat. Tetapi bila jumlah  kendaraan bermotor sedikit, dengan bersepeda untuk menempuh jarak 10 km membutuhkan waktu kira-kira 40 menit-50 menit. Bila dibandingkan tentu dengan bersepeda ada nilai tambah, yaitu berolah raga, hemat BBM, dan udara menjadi bersih.

Masalah berikutnya yaitu bagaimana mengangkut barang-barang? Untuk mengangkut barang-barang seperti bahan makanan, material bangunan, angkutan umum jarak jauh, dll. Untuk barang tentunya tetap harus menggunakan truk atau tanker, tetapi harus dibatasi jumlahnya. Sedangkan untuk angkutan masal jarak jauh, dengan menggunakan kereta api listrik yang tidak mencemari udara, dan membangun stasiun-stasiun dikota kecil, seperti kota kecamatan agar memberikan kemudahan. Kereta api listrik ini sangat membantu karena kereta adalah angkutan masal yang bebas macet dan tidak berpolusi. Untuk pembangkit listrik untuk industry , transportasi, atau pemukiman dengan membuat ladang kincir angin sepanjang pantai selatan jawa misalnya,atau mulai mengganti penggunaan genteng rumah dengan panel surya agar lebih ramah lingkungan.Bahkan pernah saya melihat acara ditelevisi tentang sumber energy  baru yaitu dari lempengan logam, bila dilengungkan dapat menghasilkan listrik. Bila ini dapat diaplikasikan pada trotoar tempat pejalan kaki, tentu akan menjadi sumber energy yang ramah lingkungan dan murah. Untuk hal ini tentu pemerintah harus membangun trotoar yang nyaman dan bersih dari pedagang kaki lima(bukan berarti menyinggung).

Tahap selanjutnya yaitu bagaimana cara memerangi berkurangnya jumlah pohon sebagai produsen oksigen. Pertama yaitu pendidikan masyarakat akan pentingnya pohon sebagai sumber kehidupan . Selain itu juga dengan mengadakan hari “menanam bersama” misalnya  dimana setiap orang harus menanam pohon yang tentu berkwalitas tinggi dan berumur panjang seperti jati, mahoni, kamper, mangga, jambu, kelapa, dll di tanah milik pemerintah yang pengadaannya setiap tahun.Ini tentu pemeritah harus membebaskan tanah. Melalui kegiatan ini tentu akan menciptakan jalur hijau ditiap wilayah. Bayangkan misalnya penduduk Indonesia 1 juta jiwa. Dalam 5 tahun kedepan tentu jumlah pohon akan bertambah 5 juta dan terus bertambah setiap tahun. Setelah itu perlu adanya pihak yang merawat, maka dibutuhkannya badan seperti dinas pertamanan atau sejenisnya.

Pencabutan HPH atau memperketat HPH serta memberi sangsi yang tegas bagi yang melanggar prosedur. Misalnya suatu pihak hanya memiliki izin menebang 10 batang pohon, tetapi terjadi pelanggaran misalnya menebang 9 pohon atau 11 pohon, maka harus diberi sangsi yang tegas misalnya harus menanam 1000 pohon dengan jenis pohon yang sama. Selain itu dalam penebangan pohon harus ada prinsip “mati satu tumbuh seribu”, misalnya penebangan 10 batang pohon, maka harus menanam 100 pohon. Ini tentu cara yang sangat efektif meningkatkan jumlah pohon.

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini untuk mengelamatkan bumi sebelum terlambat. Yang ada adalah mau atau tidak? Bila mau mari kita mulai dengan tangan kita, mulai yang kecil, dari lingkungan sekitar, mudah-mudahan berdampak besar yang menjadikan bumi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s